Order = pcs
Keranjang

Assalamu’alaikum teman-teman, saya Alya Fathimah, kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Plus. Saya akan berbagi cerita saat mengikuti kegiatan PeRaKa (Perkemahan Rabu Kamis).  Saya berangkat ke sekolah pukul 06.30. Kami menuju tempat perkemahan menaiki angkot ke Kabeda Tanah Baru Depok. Sesampai di sana, kami langsung meletakkan barang-barang kami di tenda yang sudah disiapkan.

Setelah itu, kami melaksanakan Upacara Pembukaan. Saya mengikuti ekstrakulikuler menari, jadi saya mendapat tugas untuk menari Tari Persembahan asal Sumatra Utara. Ada juga tim Drum band dan Taekwondo. Teman-teman DokCil (Dokter Kecil) bersiap di balakang barisan untuk membantu jika ada peserta upacara yang membutuhkan pertolongan. Semua berbaris rapi sesuai regu masing-masing. Upacara berjalan khidmat dan lancar.

Kegiatan pertama yaitu belajar kekompakan dan kerjasama tim. Kakak pembina memberi game, Regu putri diberi permainan jongkok berdiri. Satu regu membuat lingkaran dan saling berpegangan tangan melakukan gerakan jongkok berdiri bersama-sama. Hal ini membutuhkan kekompakan teman-teman. Sedangkan regu putra diberi tugas push up ular,  satu regu membuat satu baris dalam posisi push up namun kaki yang depan berada di leher teman belakangnya. Wah, sepertinya regu putra tidak ada yang berhasil melakukannya teman-teman.

Kegiatan pertama yaitu belajar kekompakan dan kerjasama tim. Kakak pembina memberi game, Regu putri diberi permainan jongkok berdiri. Satu regu membuat lingkaran dan saling berpegangan tangan melakukan gerakan jongkok berdiri bersama-sama. Hal ini membutuhkan kekompakan teman-teman. Sedangkan regu putra diberi tugas push up ular,  satu regu membuat satu baris dalam posisi push up namun kaki yang depan berada di leher teman belakangnya. Wah, sepertinya regu putra tidak ada yang berhasil melakukannya teman-teman.

Setelah melaksanakan shalat Maghrib, salah satu teman kami kakak Nabil kelas 6 mengisi kultum layaknya Da’i Cilik seperti di TV itu, bagus sekali kultumnya mengenai Birul Walidain atau berbakti pada orang tua. Banyak di antara kami yang menangis haru teringat ayah bunda. Setelah shalat Isya kami makan malam. Kakak pembina berkata, “Kalian sekarang enak, makan catering. Kalau kemah pramuka yang sebenarnya harus memasak dan membawa kompor sendiri.” Kami semua tertawa.

Kegiatan selanjutnya Upacara Api Unggun. Para Ketua regu berlari membawa obor ke tumpukan kayu di tengah dan menyalakan Api Unggun. Lalu ada petugas membaca Dasadarma Pramuka, diikuti semua peserta dengan khidmat. Selanjutnya Kegiatan paling seru teman-teman, yaitu masing-masing regu diminta menyanyikan yel-yel, regu kami bahkan sudah berlatih selama sebulan. Saat regu kami  di panggil kami maju dangan percaya diri.

Kegiatan paling menegangkan yaitu Jurit Malam. Kira-kira jam 22.00. Jurit malam ini untuk melatih keberanian teman-teman.  Regu kami mulai yang pertama, saat itu teman-teman reguku sangat takut tetapi aku merasa biasa-biasa saja. Ketika kami sampai di pos pertama kami harus menjawab beberapa soal. Setelah itu ke pos ke-2 di sana saya mulai merasa tegang begitu juga dengan teman-temanku.

Di sana kami  harus memegang  boneka pocong, aku semakin bergetar. Saat itu kami mengunakan lilin, kami harus berpegangan dua-dua. Saya mulai pertama bersama Zalfa, kami harus melewati jembatan lalu memegang boneka pocong, ternyata itu hanya kain biasa. Karena regu kami terlalu lama jadi lilinnya mati. Kami melanjutkan ke pos terakhir tanpa menggunakan lilin. Lalu kami di suruh membaca ayat kursi dan membaca surat-surat panjang lainnya. Setelah selesai kami diijinkan untuk tidur.

Kegiatan paling menegangkan yaitu Jurit Malam. Kira-kira jam 22.00. Jurit malam ini untuk melatih keberanian teman-teman.  Regu kami mulai yang pertama, saat itu teman-teman reguku sangat takut tetapi aku merasa biasa-biasa saja. Ketika kami sampai di pos pertama kami harus menjawab beberapa soal. Setelah itu ke pos ke-2 di sana saya mulai merasa tegang begitu juga dengan teman-temanku.

Di sana kami  harus memegang  boneka pocong, aku semakin bergetar. Saat itu kami mengunakan lilin, kami harus berpegangan dua-dua. Saya mulai pertama bersama Zalfa, kami harus melewati jembatan lalu memegang boneka pocong, ternyata itu hanya kain biasa. Karena regu kami terlalu lama jadi lilinnya mati. Kami melanjutkan ke pos terakhir tanpa menggunakan lilin. Lalu kami di suruh membaca ayat kursi dan membaca surat-surat panjang lainnya. Setelah selesai kami diijinkan untuk tidur.

Pos berikutnya yaitu bangun datar, kami harus melewati  tali yang berbentuk bangun datar yang dipasang pendek sekali, kami disuruh merayap diatas lumpur dan tidak boleh mengenai tali. Kami menjadi sangat kotor namun seru teman-teman. Selesai Jelajah kami langsung antri untuk mandi dan berganti baju yang bersih.

Setelah shalat Dhuhur dan makan siang kami sudah harus merapikan barang-barang kami jangan sampai ada yang tertinggal. Setelah melaksanakan upacara penutup,  kakak pembina menyuruh kami berjalan mundur dan memungut sampah sampai bersih. Kami pulang menggunakan angkot. Sampai sekolah bunda sudah menjemputku. Alhamdulillah, dengan PeRaKa ini, saya belajar nilai-nilai kebaikan, seperti keberanian, kekompakan, kebersihan, kesabaran, kedisiplinan dan harus mengutamakan shalat.

Toko Buku Irfan
sale
Jagad Wanita : Tinjauan Kedudukannya Dalam Islam

30%

Rp 29.400 42.000
sale
Pengkhianatan dalam Perdamaian : Studi Kritis atas Perjanjian Imam Hasan bin Ali dan Muawiyah bin Abi Sufyan

35%

Rp 91.000 140.000
new
Majalah Irfan Edisi 13

0%

Rp 15.000 15.000
sale
Majalah Irfan Edisi 12

0%

Rp 15.000 15.000
sale
Majalah Irfan Edisi 11

0%

Rp 15.000 15.000
habis
Rp 0
GRATIS