Order = pcs
Keranjang

Upacara Adat Mengenang Imam Husein di Bengkulu

Kamis, Februari 8th 2018.
Setiap tahun, tepatnya bulan Muharram, di Bengkulu digelar upacara tabut yang merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu. Upacara ini dilakukan guna mengenang kisah kesyahidan cucu Nabi Muhammad Saw, Husein bin Ali bin Abi Thalib, dalam peperangan melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriah (681 M).

Upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 Muharram (berdasar kalendar islam) setiap tahun.  Nah, seperti apakah gambaran pelaksanaan upacara tabut tersebut?
Sebulan sebelum melaksanakan upacara tabut, Keluarga Pewaris Tabut Sakral, yang memiliki 17 Kelompok. Yakni, 9 kelompok tabut Syech Burhanuddin Imam Senggolo dan 8 kelompok tabut Bansal, telah mempersiapkan membuat tabut – bangunan yang akan diarak saat upacara.
Dalam proses pembuatan satu buah tabut, Keluarga Pewaris Tabut tersebut menyelesaikan bangunan tabut secara ‘keroyokan’ atau bergotong-royong. Mulai dari pembuatan rangka tabut yang terbuat dari kayu dan bambu hingga menghiasi bangunan tabut.
Umumnya, pembuatan tabut yang memiliki ketinggian sekira 7,5 meter dengan diameter 4 meter dan 13 puncak tabut tersebut, membutuhkan waktu sekira 1,5 bulan.
Pembuatan tabut tersebut diawali dari pembuatan rangka tabut yang mayoritas berbahan dari bambu. Setelah pembuatan rangka tabut dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran besar hingga rangka kecil. Keluarga Pewaris Tabut membuat penyanggah bangunan tabut dari bahan kayu yang mengelilingi rangka bangunan tabut.
Setelah proses pembuatan rangka dan penyanggah bangunan tabut selesai, tahapan selanjutnya Keluarga Pewaris Tabut secara bergotong-royong, menghiasi bangunan tabut dengan berbagai bahan. Seperti, kertas HVS, karton, kertas mar-mar, kertas grip, tali, lampu hias, bunga kertas, bunga plastik dan bahan lainnya.
Belasan anggota Keluarga Pewaris Tabut yang mana dalam penyelesaian bangunan tersebut. Setiap anggota Keluarga Pewaris Tabut mengerjakan sesuai dengan keahlian masing-masing.
Dana yang dibutuhkan untuk pembuatan tabut berkisar Rp 35 juta hingga Rp 45 juta, yang mana dana tersebut berasal dari sumbangan Keluarga Pewaris Tabut yang didukung dengan bantuan proposal dari berbagai pihak.
Bangunan tabut tersebut akan besanding saat malam puncak upacara tabut 9 Muharram malam di arena lapangan merdeka Kampung, Kota Bengkulu. Tabut ini akan besanding dengan tabut lainnya pada 9 Muharram malam.
Reportase langsung mengenai serunya cerita upacara tabut di Bengkulu ini dapat dibaca di Majalah Irfan edisi ke-2
sale
Jagad Wanita : Tinjauan Kedudukannya Dalam Islam

30%

Rp 29.400 42.000
sale
Pengkhianatan dalam Perdamaian : Studi Kritis atas Perjanjian Imam Hasan bin Ali dan Muawiyah bin Abi Sufyan

35%

Rp 91.000 140.000
habis
Rp 0
GRATIS
sale
Ummul Mukminin Khadijah : Biografi Perjuangan dan Keteladanan Muslimah Pertama

35%

Rp 26.650 41.000
sale
Majalah Irfan Edisi 6

0%

Rp 15.000 15.000
sale
Fisika Salat

50%

Rp 19.950 39.900