Order = pcs
Keranjang

Mengenalkan Anak Pada Gerhana

Jumat, Maret 2nd 2018.

Masih ingat tidak apa yang dikatakan orang-orang saat kecil saat terjadi gerhana? Ya, umumnya orang tua dulu bilang kalau kita tak boleh melihat gerhana langsung karena akan menyebabkan kebutaan, tanpa menjelaskan lebih detail. Ini mungkin karena orangtua juga bingung menjelaskan dengan bahasa yang dimengerti ke anak secara keilmuan.

Gerhana adalah salah satu fenomena alam yang menarik untuk diamati, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Jaman sekarang informasi tentang gerhana sudah sangat mudah didapat. Dengan sekali klik, berbagai informasi tentang gerhana baik bulan maupun matahari dalam bentuk tulisan, gambar, hingga animasi bisa langsung hadir di depan mata melalui layar smartphone. Sekarang kita pun jadi tahu bahwa yang dikhawatirkan ketika melihat gerhana secara langsung itu adalah efek buruk sinar ultraviolet terhadap mata, itupun hanya saat terjadi gerhana matahari.

Belum lama ini, hari Rabu tanggal 31 Januari 2018, terjadi gerhana bulan Super Blue Blood Moon yang merupakan gabungan tiga fenomena yaitu Supermoon, Bluemoon, dan Bloodmoon. Supermoon terjadi saat bulan berada dekat permukaan bumi sehingga terlihat sedikit lebih besar. Bluemoon merupakan bulan kedua dalam 1 bulan Masehi. Dan Supermoon merupakan bulan berwarna merah darah selama gerhana bulan total.

Berbondong-bondong orang dari seluruh penjuru dunia tak mau melewatkan momen langka ini. Ada yang menggelar terawang massal melalui teropong dan media televisi, ada juga yang sekedar menengadahkan langsung wajahnya ke langit, dan ada juga yang menyambutnya dengan menggelar salat gerhana di masjid-masjid besar.

Sebenarnya bukan hanya Super Blue Blood Moon yang menjadi satu-satunya fenomena gerhana bulan yang bisa dilihat di Indonesia. Misalnya bulan Juli 2018 nanti akan terjadi lagi gerhana bulan total untuk wilayah Indonesia. Bedanya, pada saat gerhana kali ini bulan tidak berwarna merah seperti halnya pada tanggal 31 Januari yang lalu.

Bagi umat muslim, ada dua hal yang bisa diajarkan kepada anak berkaitan dengan fenomena gerhana bulan atau matahari. Pertama, dari sisi sains (pengetahuan) yaitu menjelaskan fenomena ini secara ilmiah dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dan yang kedua, dari sisi agama yaitu menjelaskan bagaimana seharusnya umat muslim menyikapi fenomena ini, seperti dengan mendirikan salat gerhana, serta memperbanyak istighfar dan sedekah.

Jika Anda tertarik ingin mengadakan percobaan sederhana di rumah untuk menjelaskan fenomena gerhana kepada anak, Anda bisa membacanya tutorialnya di Majalah Anak Muslim IRFAN edisi ke-6. Dijamin penjelasan sains dengan cara ini akan menjadi lebih menyenangkan.

sale
Fathimah Zahra : Mahawanita (Seri 14 Teladan Abadi : Buku ke-2)

30%

Rp 38.500 55.000
sale
Asupan Ilahi : Agar Tak Salah Mendidik Amanat-Nya

50%

Rp 24.750 49.500
sale
Majalah Irfan Edisi 3

10%

Rp 13.500 15.000
sale
Ulumul Quran

40%

Rp 90.000 150.000
sale
Majalah Irfan Edisi 1

10%

Rp 13.500 15.000
habis
Rp 0
GRATIS